Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Logo Berita L2007 NTS Dinamis

Operasi Patuh Singgalang 2026 Selama 14 Hari, Polda Sumbar Kedepankan Edukasi dan ETLE

 

Doc Istimewa : Bimantara News ( Gambar Ilustrasi Kegiatan Operasi Singgalang 2026)


PADANG – Polda Sumatera Barat (Sumbar) mulai menggelar Operasi Patuh Singgalang 2026 pada Senin (26/10/2026). Operasi yang berlangsung selama 14 hari hingga 8 November 2026 tersebut menyasar berbagai pelanggaran lalu lintas, terutama perilaku berkendara yang berpotensi memicu kecelakaan, termasuk melawan arus.


Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar Kombes Pol Kukuh Priyo Taruno mengatakan, operasi ini bertujuan meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus mewujudkan kondisi jalan yang tertib, aman, dan berkeselamatan.


Operasi Patuh Singgalang 2026 mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan”.


Menurut Kukuh, keselamatan berlalu lintas membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kepatuhan terhadap aturan tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga setiap pengguna jalan.


“Tema tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan budaya berlalu lintas yang tertib. Keselamatan di jalan raya tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan kepatuhan setiap pengguna jalan,” kata Kukuh, Minggu (25/10/2026).


Melawan arus menjadi perhatian


Salah satu pelanggaran yang menjadi perhatian dalam Operasi Patuh Singgalang 2026 adalah berkendara melawan arus. Perilaku tersebut berisiko memicu konflik dengan kendaraan dari arah berlawanan dan meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas.


Pelanggaran ini terkadang dilakukan pengendara untuk mempersingkat perjalanan atau menghindari kemacetan. Namun, tindakan tersebut dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain yang telah berkendara sesuai aturan.


Kukuh mengatakan, petugas akan mengawasi pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, termasuk perilaku melawan arus.


Selain itu, pengawasan juga diarahkan pada pelanggaran lain yang mengganggu ketertiban lalu lintas. Masyarakat diimbau untuk mematuhi rambu, marka jalan, serta ketentuan berkendara yang berlaku.


Kedepankan edukasi dan penindakan elektronik


Dalam pelaksanaannya, Operasi Patuh Singgalang 2026 mengedepankan pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko pelanggaran lalu lintas dan pentingnya keselamatan di jalan raya.


Selain edukasi dan teguran simpatik, kepolisian juga mengoptimalkan penggunaan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), yakni sistem penegakan hukum lalu lintas berbasis elektronik.


Menurut Kukuh, penggunaan ETLE diharapkan mendukung proses penindakan yang terukur dan transparan sesuai mekanisme yang berlaku.


Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendorong kepatuhan masyarakat melalui peningkatan kesadaran, sekaligus memastikan pelanggaran ditangani berdasarkan ketentuan hukum.


Pengendara diminta patuhi aturan


Polda Sumbar mengimbau masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang 2026 dengan berkendara secara tertib dan menghindari manuver berbahaya, termasuk melawan arus demi mempersingkat waktu perjalanan.


Pengendara juga diminta memperhatikan rambu dan marka jalan, mengikuti arah perjalanan yang telah ditentukan, serta mengutamakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.


Operasi yang berlangsung selama 14 hari tersebut diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan pengguna jalan, tidak hanya selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari.


Polda Sumbar menekankan bahwa keselamatan lalu lintas membutuhkan sinergi antara penegakan hukum oleh kepolisian dan kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan serta menghormati hak pengguna jalan lainnya.


Editor : Rid1

Crunchy 88 Fried Chicken dan Ayam Geprek
Crunchy 88 Fried Chicken dan Ayam Geprek